Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah

Memandikan jenazah
Bila seseorang telah meninnggal, wajiblah berasal dari  manusia untuk segera memandikannya. keranda 
Disunahkan supaya orang yang memandikan mayat adalah yang paling menyadari tata langkah memandikan mayat. Ia mendapat pahala besar kalau berniat ikhlas kerena Allah, menutupinya, dan tidak menceritakan apa yang dilihatnya berasal dari yang tidak disukainya. cara memandikan jenazah 
1. Jenazah-jenazah yang mesti untuk dimandikan
a. Jenazah seorang muslim dan bukan kafir.
b. Bukan bayi yang keguguran dan kalau lahir dalam kondisi telah meninggal tidak dimandikan.
c. Ada sebahagian tubuh mayat yang dapat dimandikan.
d. Bukan mayat yang mati syahid.
2. Syarat-syarat Orang yang Memandikan
Syarat-syarat memandikan jenazah Nasution (1995 :31) sebagai berikut:
a. Baligh
b. Berakal
c. Beriman
d. Sesama jenis kelamin antara yang memandikan bersama dengan yang dimandikan kalau :
a) Anak kecil yang usianya belum lebih berasal dari tiga tahun.
b) Suami – isteri, masing-masing boleh memandikan yang lain.
c) Mahram. Jika tidak ada orang yang sejenis kelamin bersama dengan jenazah, maka saudara mahramnya boleh memandikannya.

3. Cara Memandikan Jenazah
Perlu diingat, sebelum jenazah dimandikan siapkan terutama dahulu segala sesuatu yang diperlukan untuk kepentingan mandinya, seperti :
1) Tempat memandikan terhadap ruangan yang tertutup
2) Air secukupnya
3) Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian
4) Sarung tangan untuk memandikan
5) Potongan atau gulungan kain kecil-kecil
6) Kain basahan, handuk, dll
7) Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan supaya aurat utamanya tidak kelihatan
8) Mandikan jenazah terhadap daerah yang tertutup
9) Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah berasal dari segala kotoran
10) Ganti sarung tangan yang baru, selanjutnya berihkan semua badannya dan tekan perutnya secara perlahan-lahan
11) Tinggikan kepala jenazah supaya air tidak mengairi kearah kapala
12) Masukkan jari tangan yang telah dibalut bersama dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, sesudah itu wudhukan
13) Siramkan air kesebelah kanan dahulu sesudah itu kesebelah kiri tubuh jenazah
14) Mandikan jenazah bersama dengan air sabun dan air mandinya yang terakhir dicampur bersama dengan wangi-wangian
15) Perlakukan jenazah bersama dengan lembut disaat membalik dan menggosok anggota tubuhnya
16) Memandikan jenazah satu kali kalau dapat membersihkan keseluruh tubuhnya itulah yang wajib. Di sunnahkan mengulanginya berasal dari satu} kali dalam bilangan ganjil
17) Jika keluar berasal dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, mesti dibuang dan dimandikan lagi. Jika keluar najis setelah dikafani tidak mesti diulangi mandinya, lumayan cuma bersama dengan menghilangkan najis itu saja
18) Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya mesti dilepas dan dibiarkan menyulur kebelakang, setelah disiram dan dibersihkan selanjutnya dikeringkan bersama dengan handuk dan dikepang
19) Keringkan tubuh jenazah setelah dimandikan bersama dengan kain supaya tidak membasahi kain kafannya
20) Selesai mandi, sebelum dikafani berilah parfum yang tidak punya kandungan alkohol.

B. Mengkafani jenazah
Jenazah setelah selesai dimandikan haruslah dikafankan.[3] Biaya yang diperlukan dalam sistem ini disita berasal dari harta jenazah. kalau ia tidak membawa harta, maka biayanya dibebankan kepada orang yang mesti berikan nafkah kepadanya berasal dari ushul (ayah keatas) dan furu’ (anak kebawah).

1. Syarat-syarat kain kafan :
a. Kain yang mubah ( tidak boleh gunakan kain milik orang lain kalau kalau diizinkan).
b. Kain yang suci ( tidak boleh gunakan kain yang terkena najis atau terbuat berasal dari barang najis, seperti kulit bangkai ).
c. Kain kafan tidak terbuat berasal dari sutra, kendati mayat itu wanita atau anak kecil.
d. Kain kafan tidak terbuat kulit binatang yang tidak boleh dimakan dagingnya.

2. Cara Mengkafani Mayat.
Hal-hal yang disunnahkan dalam mengkafani jenazah adalah :
a. Kain kafan yang digunakan hendaknya kain kafan yang bagus, bersih dan menutupi semua tubuh mayat
b. Kain kafan hendaknya berwarna putih
c. Jumlah kain kafan untuk mayat laki-laki hendaknya 3 lapis, tetapi bagi mayat perempuan 5 lapis.
d. Sebelum kain kafan digunakan untuk membungkus atau mengkafani jenazah, kain kafan hendaknya diberi parfum terutama dahulu
e. Tidak berlebih-lebihan dalam mengkafani jenazah
Disunahkan mengkafani jenazah laki-laki dalam tiga lipatan kain putih yang baru, sesudah itu diuraikan berasal dari satu} di atas berasal dari  yang lain, sesudah itu diberikan pengawet, yaitu campuran berasal dari minyak wangi satu diantara lipatan. Kemudian jenazah ditempatkan di atas lipatan kain yang terbentang diatas punggungnya, sesudah itu diberikan pengawet (minyak wangi) ditempatkan terhadap kapas satu diantara dua pantatnya. Kemudian diikat sepotong kain di atasnya seperti celana kecil yang menutupi auratnya, dan diberi minyak wangi beserta semua badannya.
Kemudian dikembalikan ujung lipatan kain yang atas berasal dari segi sebelah kiri di atas anggota sebelah kanan, sesudah itu dikembalikan ujung sebelah kanan di atas anggota kiri yang di atasnya, sesudah itu yang ke dua serupa seperti itu, sesudah itu yang ketiga termasuk serupa seperti itu, dan dijadikan sisa di anggota kepalanya, atau di anggota kepala dan ke dua kakinya kalau lebih, sesudah itu diikat lebar lipatan supaya jangan terbuka, dan diakses di dalam kubur. Perempuan serupa seperti laki-laki dalam penjelasan di atas, anak kecil dikafani satu kain dan boleh tiga kain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *