Tentang COFFEE ROASTING

APA ITU COFFEE ROASTING ????

Pengetahuan Tentang Biji Kopi Roasting (Roast Bean)

Coffee roasting atau menyangrai kopi merupakan satu sistem ajaib dalam urutan panjang didunia kopi, di mana dalam sistem ini bakal dibentuk notes-notes dari kopi itu sendiri, layaknya aroma, flavor, body, dan termasuk aftertaste. Secara persentase, roasting berpengaruh sekitar 30% dalam memilih hasil akhir kopi, bersama anggapan 60% ditentukan dikebun dan 10% waktu brewing.

Meskipun menyangrai kopi terdengar sepele di mana biji kopi cuma dipanaskan hingga berwarna kecoklatan, bakal tetapi untuk mengeluarkan sifat terbaik dari kopi itu sendiri tidak semudah kelihatannya. Banyak faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyangrai kopi supaya hasilnya maksimal.

Rekomendasi: Mesin Roaster Kopi

Pada dasarnya roasting adalah sistem mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya hingga 20%, dan juga yang paling penting adalah merubah unsur gula menjadi CO2 sebagai alat transport untuk memberikan aroma terhadap kopi tersebut.

Ada tiga tingkat roast (tingkat panggang) yang paling lazim yakni light roast, medium roast, dan dark roast. Adapula tingkat roast yang lebih khusus layaknya french roast, vienna roast, cinnamon roast, dll, yang kebanyakan arti roasting kopi itu dipakai oleh para roaster / profesi penyangrai kopi dunia. Tapi mari kita bahas tingkat roasting kopi yang paling tepat dalam memanggang Kopi Arabika Indonesia.
Adapun cerita disaat sistem roasting kopi yang mana menghasilkan kopi bersama rasa dan aroma yang istimewa. Kopi itu disaat sistem roasting bakal mengalami dua letupan yakni yang pertama (first crack) dan letupan ke-2 (second crack). Dalam roasting kopi, green bean atau biji kopi mentah bakal dimasukan ke dalam mesin roasting. Setelah itu kopi bakal berubah warna, dari hijau, kuning, kuning kecoklatan, coklat muda, coklat tua, coklat kehitaman, hingga terakhir manjadi hitam. Aromanya pun bakal berubah terhadap setiap menit sistem roasting kopi. Sangat unik dan mempesona.
Kenapa Biji Kopi di Panggang (sangrai)?

Proses roasting membawa dampak pergantian kimiawi yang terkandung di dalam biji kopi bersama cepat mengfungsikan suhu yang sangat tinggi. Ketika biji kopi menggapai puncak kesempurnaan, biji kopi tersebut secepatnya di dinginkan sebagai tanda dari akhir sistem tersebut. Biji kopi yang sudah di roasting miliki bau layaknya kopi yang sudah disediakan terhadap cangkir, dan beratnya menyusut dikarenakan kandungan air yang terkandung di dalam biji kopi tersebut terpanggang keluar. Biji kopi yang sudah di roasting sangat renyah kecuali kamu gigit. Selanjutnya, siap untuk digiling dan diseduh.

Setelah dipanggang, sebaiknya biji kopi tersebut digunakan sesegera mungkin sebelum rasa panggang yang fresh itu mulai berkurang.
Ketika kopi tersebut belum diproses hingga bersifat biji kopi, kopi tersebut masih bersifat buah ceri. Buah kopi ini miliki banyak arti sebelum menjadi kopi sebenarnya. Coffee Cherries atau Coffee Berries biasa ditujukan untuk buah dari tanaman kopi yang masih ada di pohonnya atau baru dipetik tetapi belum dikeringkan. Setelah diproses menjadi biji, kopi pun baru dikenal bersama sebutan biji kopi mentah atau Green Bean.

Buah kopi tumbuh dalam kluster sejalan bersama batangnya. Ukuran buah ceri kopi yang matang sekitar sebesar 1,5 cm. Butuh waktu sembilan bulan bagi buah kopi untuk menjadi matang dari berwarna hijau hingga berwarna merah cerah atau keungu-unguan. Setelah matang, buah kopi ini bersama hati-hati dipetik oleh petani. Untuk kualitas terbaik, buah kopi yang masih hijau tidak dipetik, tetapi ditunggu hingga matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *