Imunisasi Bayi Tambahan Yang Bisa Diberikan

Seringnya muncul pertanyaan “Pentingkah memberikan imunisasi bayi?”. Jawabannya adalah sangat penting, karena pada dasarnya imunisasi ini adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan untuk dimasukkan kedalam tubuh yang bertujuan untuk merangsang antibody supaya keluar. Sehingga pada saat adanya sejenis virus yang menyerang, tubuh si kecil sudah tahu cara untuk melawannya. Oleh karena itu pemberian vaksin ini dapat membantu bayi untuk tidak tertular penyakit yang berbahaya. Pada saat bayi tidak diberi imunisasi maka si kecil akan berisiko lebih tinggi untuk bisa tertular penyakit berbahaya yang merupakan penyebab terjadinya kecacatan dan bahkan kematian.

Pemberian imunisasi pada bayi ini selain cepat dan aman tetapi hampir 100 % efektif. Dan jika anak tetap tertular penyakit maka biasanya akan lebih ringan gejalanya jika sudah diimunisasi. Ada 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi yang bisa diperoleh secara gratis seperti Hepatitis B, Polio, BCG, Campak, dan Pentavalen (DPT, HB, HiB). Tetapi selain imunisasi wajib, bayi juga dapat diberikan beberapa imunisasi tambahan seperti :

  • HiB (Haemophilus Influenza)

Dengan diberikannya vaksin ini maka tubuh bayi akan terlindungi dari virus Haemophilus Influenza type B yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti meningitis atau radang selaput otak, pneumonia atau infeksi paru, dan epiglottitis atau infeksi pada katup pita suara dan tabung suara. Vaksin ini akan diberikan kepada bayi pada saat berusia 4,6, dan 15 hingga 18 bulan. Vaksin tersebut dapat diberikan secara terpisah ataupun kombinasi.

  • Pneumokukus (PVC)

Dengan memberikan vaksin ini maka tubuh anak akan terlindungi dari bakteri pnemukokus yang merupakan penyebab berbagai penyakit seperti meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga. Vaksin ini akan diberikan sebanyak 3 kali dan bisa mulai diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan antara 12 hingga 15 bulan. Jika vaksin ini belum diberikan kepada anak hingga dirinya berusia 1 tahun, maka PVC ini hanya diberikan 2 kali saja dengan interval 2 bulan.

  • Influenza

Dengan diberikannya vaksin ini maka akan dapat melindungi anak terhindar dari berbagai serangan jenis virus influenza. Vaksin ini akan diberikan setahun sekali saja sejak anak berusia 6 bulan dan dapat diberikan terus hingga dewasa nantinya. Jika anak sudah berusia diatas 2 tahun maka vaksin dapat diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan.

  • MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Dengan diberikannya vaksin ini maka anak akan terlindungi dari serangan virus campak, gondongan, dan rubella atau campak Jerman. Vaksin ini akan diberikan pada saat anak berusia 15 bulan dan akan diulang lagi pada saat berusia 6 tahun. Tetapi vaksin ini dapat juga diberikan kepada anak yang berusia 12 bulan jika diusia 9 bulan belum mendapatkan vaksin campak.

  • Rotavirus

Dengan diberikannya vaksin ini maka akan membantu bayi terhindar dari diare berat yang diakibatkan oleh rotavirus yang merupakan penyebab umum gastroenteritis akut atau peradangan lambung dan usus halus yang diakibatkan oleh zat beracun yang berasal dari bakteri atau infeksi virus pada bayi dan anak anak. Bayi akan terhindar dari muntah muntah dan diare berat jika diberi vaksin ini.

Imunisasi bayi bisa didapatkan di posyandu, puskesmas, rumah sakit, ataupun tempat praktek dokter anak dan bidan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *