5 Tips Dalam Meniti Karir Menjadi Penulis

Banyak orang yang kepengin jadi penulis. Tapi, tidak seluruh orang punya keterampilan yang mumpuni untuk itu. Hanya punya kemauan saja sebenarnya nggak cukup. Kalau benar-benar berniat menjadi penulis, maka anda harus punya minimal 7 kelaziman ini dalam hidupmu:

  1. Menulis tiap hari

“Aduh, saya nggak sempat nulis nih hari ini. Soalnya anak-anak nempel terus ke saya,” curhat seorang ibu rumah tangga.

“Duh, hari ini sibuk banget di kantor. Sampai rumah udah letoy. Nggak mampu nulis,” dalih seorang pekerja kantoran.

Kalau ingin menjadi seorang penulis profesional, kelaziman menulis tiap hari mesti menjadi kelaziman utama. Rutin. Ini mesti. Mutlak. Tidak bisa tidak.

Adalah penting untuk seorang pengarang untuk punya rutinitas mencatat setiap hari. Seorang akuntan ya urusannya ngitung tiap hari. Penyapu jalan ya bakalan menyapu jalan tiap hari. Olahragawan pun sama.

Maka, menulislah tiap hari, meski hanya berupa caption di Instagram atau sebuah ocehan di Facebook. Tuliskan tentang banyak hal yang bisa membuatmu senang, atau keluarkan segala kegundahanmu supaya lega. Syukur-syukur, tulisannya buat orang terinspirasi.

  1. Baca sebanyak mungkin. Apa pun.

Sangat penting untuk bisa membaca secara tekun. Membacalah layaknya seorang penulis. Bukan skimming atau fast reading.

Pelajari bagaimana penulis-penulis terkenal tersebut merangkai kata, amati pemilihan diksi mereka, dan catat bagaimana mereka mengubah rasa.

Akan lebih bagus lagi andai kamu pun membaca sekian banyak  genre tulisan, tak melulu satu jenis artikel saja. Hal itu akan menciptakan otakmu semakin berisi. Ibarat perpustakaan, perbendaharaannya banyak. Mau apa saja, bermukim banyak pilihan guna dikeluarkan.

  1. Watch TV like a writer

Beberapa ide dapat saja datang dari televisi, baik dari berita, variety show, talk show, bahkan FTV sekalipun. Hanya bedanya dengan orang lain, anda harus menontonnya like a writer. Perhatikan, mengapa acara itu menarik, mengapa anda sampai merelakan sekian banyak waktumu guna menontonnya? Jika ternyata pada penggal iklan pertama anda sudah nggak kerasan nonton, ya tinggalkan saja. Sembari catat dalam hati, apa yang mengakibatkan tontonan tersebut tak layak anda tonton.

Hal-hal yang menciptakan acara tersebut menarik, mungkin bisa menjadi latihan untukmu, bagaimana metodenya menarik perhatian orang dengan tulisan. Begitu pun bila kamu tak betah. Apa yang buat nggak betah? Hal yang sama barangkali berlaku pula untuk tulisanmu.

 

 

  1. Nonton film like a writer!

Ray Bradbury bilang, bila mau jadi penulis, anda mesti menonton tidak sedikit film. Nggak hanya sekadar nonton, kamu pun harus menontonnya like a writer.

Amati bagaimana struktur kisah film tersebut, bagaimana alurnya, bagaimana karakter tokoh-tokoh di dalamnya, dan seterusnya.

Jadwalkanlah untuk dapat nonton di bioskop minimal sebulan sekali. Ya, sebulan sekali saja dulu. Selebihnya boleh juga menyaksikan secara streaming, selain nonton film yang terdapat di televisi.

  1. Bertemen dengan orang-orang yang memiliki minat menulis

Lingkungan tersebut sangat berpengaruh terhadap diri kita. Maka, selektiflah dalam bergaul. Tak usah pedulikan bila ada yang bilang anda pilih-pilih teman. Itu semua dilaksanakan demi kesehatan, dan kelangsungan hidup anda sebagai penulis.

Baik online maupun offline, bergaullah dengan orang yang punya passion dan motivasi yang sama. Kalau ketemunya di komunitas online, sesekali ajak kopdar sembari nyemal-nyemil lucu di kafe.

It works. Really.

Begitu kembali dari kopdaran, jajaki dan rasakan. Kamu bakal merasa layaknya punya motivasi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *