Tips Berinvestasi dengan Reksadana

Reksadana merupakan tempat atau wadah untuk mengumpulkan dan mengelola dana dari investor. Dana yang terkumpul tersebut kemudian akan disalurkan ke produk seperti saham, obligasi, atau deposito. OJK menjadi pengawas dari aktivitas tersebut, sehingga masyarakat atau investor tidak perlu khawatir dengan dana yang mereka tanam. Namun pastikan lembaga atau tempat yang Anda pilih sudah terdaftar resmi di OJK. Bagi masyarakat yang tertarik menjadi investor dan menanamkan modal dengan cara ini, sebaiknya simak beberapa tips berikut.

Tips Mengikuti Reksadana Bagi pemula

Tips Berinvestasi dengan Reksadana

  • Tentukan tujuan

Sebelum Anda mulai menanamkan modal, sebaiknya tentukan apa tujuan Anda. Jika memiliki tujuan yang jelas, maka Anda akan bisa lebih bersemangat untuk menanamkan modal lebih banyak. Perlu diingat juga bahwa para pemula bisa saja menyerah karena tidak begitu paham dengan tingkat risikonya. Jika memiliki tujuan, Anda akan lebih berani untuk menanamkan modal dan siap menerima setiap risiko yang mungkin merugikan di masa mendatang. Tujuan dari Anda menanamkan modal juga bisa menjadi pertimbangan untuk memilih yang jangka panjang atau jangka pendek. 

  • Kenali istilah-istilah di dalamnya

Bank kustodian merupakan lembaga keuangan yang bertugas sebagai administrator dan pengawas dari dana atau aset para investor. Bank kustodian harus terdapat dan mendapat persetujuan dari OJK atau otoritas jasa keuangan. Istilah lainnya adalah KIK atau kontrak investasi kolekstif yang merupakan kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian. Sementara manajer investasi menjadi pihak yang bertugas mengelola aset untuk mencapai target investasi sehingga memberikan keuntungan kepada para investor. Istilah portofolio efek juga digunakan untuk kumpulan surat-surat berharga. Dokumen tentang profil perusahaan dan laporan tahunan disebut sebagai prospektus. 

  • Menentukan jangka waktu

Tentukan jangka waktu dari penanaman modal yang Anda lakukan. Investasi dengan cara ini membutuhkan waktu yang berbeda-beda, mulai dari 1-3 tahun bahkan lebih dari 5 tahun. Untuk jangka pendek atau kurang dari satu tahun, produk seperti deposito adalah salah satu pilihan yang tepat. Sedangkan untuk jangka 1-3 tahun, sebaiknya memilih investasi yang memiliki pendapatan tetap. Sedangkan untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun, Anda bisa memilih jenis campuran. Masing-masing jenis investasi dan jangka waktunya memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Biasanya risiko berbanding lurus dengan keuntungan yang akan diperoleh. Semakin tinggi risikonya, maka potensi keuntungan akan semakin besar. 

  • Kenali biaya-biaya di dalamnya

Ada beberapa istilah mengenai biaya yang perlu diketahui. Subscription fee, redemption fee, switching fee, dan biaya transfer bank adalah beberapa biaya yang nantinya akan dikenakan kepada investor. Besarnya biaya-biaya tersebut tergantung dari pengelola atau manager tempat Anda menanamkan modal. Namun para investor harus tetap cermat untuk memastikan biaya tersebut tidak melebihi jumlah yang tercantum dalam daftar prospektus. 

  • Mencari manajer terpercaya

Investor akan menyerahkan sejumlah uang kepada lembaga terkait untuk dikelola oleh manajer. Perusahaan atau orang yang menjadi manajemen investasi bertugas mengelola dana yang sudah terkumpul dari investor. Perlu manajer yang memiliki kemampuan analisa keuangan dan pasar yang bagus agar dapat menghasilkan keuntungan terbaik. Perusahaan investasi dengan reputasi baik pada umumnya bisa mempertanggungjawabkan dana investor dengan baik dan terstruktur. Investor dapat mengecek profil dari manajer investasi hingga dana kelolaan yang diperbarui setiap bulan dalam prospektus. 

Itulah beberapa tips mengikuti investasi reksadana bagi para pemula. Pelajari terus strategi investasi agar bisa memilih yang tepat dan menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *