Yuk Mengenal Keyword Stuffing Lebih Dekat?

By | November 12, 2020

kursus onlineJasa SEO Jakarta Terbaik – Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan seorang penulis artikel SEO adalah melakukan keyword stuffing. Padahal hal itu justru akan berdampak negatif terhadap ranking halaman website Anda.

Jadi, apa itu keyword stuffing? Mengapa hal tersebut berdampak buruk terhadap ranking website?

Tak perlu bingung. Di artikel kali ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai keyword stuffing. Kami juga akan menjelaskan secara singkat bagaimana menulis artikel yang SEO friendly. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Keyword Stuffing?

Keyword stuffing adalah memasukan kata kunci secara berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan dalam sebuah artikel. Tujuannya adalah mencoba meningkatkan visibilitas pencarian di Google dengan kata kunci tersebut.

Padahal, hal itu tak akan meningkatkan peringkat SEO di halaman pencarian Google. Malah, cara ini justru akan berdampak buruk terhadap SEO website Anda. Nanti kami akan bahas lebih detail dampak buruknya. Sekarang, mari bahas dulu apa itu keyword stuffing sampai tuntas.

Ada dua teknik keyword stuffing yang sering dipakai orang:

Mengulang kata kunci secara berlebihan.
Menggunakan kata kunci yang tidak relevan dengan topik halaman.

Contoh penggunaan keyword stuffing misalnya seperti paragraf berikut ini.

ā€œJika Anda mencari web hosting terbaik, tak perlu bingung mencari lagi. Kami menawarkan web hosting terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda. Tak perlu ragukan fitur-fitur dari web hosting terbaik kami. Dengan sistem keamanan dan kapasitas server yang besar, web hosting terbaik ini sangat cocok untuk Anda. Beli web hosting terbaik dari kami, bisa gratis domain! ā€œ

Dalam contoh tersebut, kata kunci dalam sepenggal paragraf tersebut terlalu sering disebutkan. Cara tersebut tidak sesuai dengan praktik keyword density yang telah dianjurkan, yaitu sekitar 0,5 hingga 3%.

Keyword density adalah persentase kata kunci yang digunakan dalam sebuah artikel. Cara menghitung persentasenya seperti ini:

Keyword Density = Jumlah kata : jumlah kata kunci yang muncul

Pada contoh paragraf, keyword density-nya adalah 10.8%. Jauh melebihi persentase yang dianjurkan, kan?

Selain dua teknik keyword stuffing yang sebelumnya disebutkan. Ada juga cara keyword stuffing yang tidak terlihat oleh pembaca. Ini dilakukan dengan cara meletakkan keyword pada tempat tersembunyi yang tidak terlihat oleh pembaca. Misalnya, di meta tag dan atribut alt.

Sama saja seperti kedua teknik lainnya, cara tersebut tentu saja tak bisa menipu mesin pencari meskipun tak terlihat oleh pembaca. Taktik tersebut juga hanya akan membuat ranking website Anda menurun, maka anda dapat menggunakan jasa seo indonesia optimaise,com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *